Rabu, 08 April 2009

ADUH…..REPOTNYA BIKIN DUPAK(DAFTAR URUT PENETAPAN ANGKA KREDIT)

Kemarin untuk yang kesekian kalinya Saya bersama teman teman sebidang pekerjaan berkumpul . Bahasannya adalah mengenai tatacara baru kenaikan pangkat dengan cara sintem angka kredit.Ini adalah pertemuan untuk yang ketiga kalinnya kami lakukan.Tatacara pembuatan angka Kredit ternyata butuh waktu lama untuk dapat kami cerna dan kami laksanakan. Saya nggak tahu apakah dulu para Guru serepot ini membuat angka kredit. Kami,Paramedis baru setahun belakangan ini diingatkan kembali dengan angka kredit. Aturan tentang kenaikan pangkat dengan system angka kredit sebenarnya dari dulu diperlakukan untuk para PNS yang bekerja secara Fungsional. Kami( Dokter,Perawat,Sanitarian,Ahli Gizi dll) Dulunya pernah melaksanakan system ini. Hampir semua mengeluh karena rumitnya system pembuatan angka kredit dan birokrasi yang kami rasa berbelit. Maka tidaklah heran dari dulu Kami hanya mengalami kenaikan secara regular(rutin) setiap empat tahun. Berbeda dengan guru yang kenaikan pangkat/golongannya rata rata dua tahun(Maksimal 3 ½ tahun) karena memakai system angka kredit. Rata Rata dari mereka tidak merasa kesulitan dengan pembuatan angka kredit.Mereka enjoy saja dalam membuatnya dan tidak merasa khawatir DUPAK akan dipersulit. Tidak sulit kok bikin angka kredit,kami selalu dibantu dan dibimbing oleh tim penilai angka kredit. Kami juga kompak dalam berbagai hal,terutama mengenai perubahan perbaikan penghasilan kami Saya malah tidak mau repot. Cukup dengan mengumpulkan data mentahnya(buku Visum kegiatan kerja) pada bagian kepegawaian di Dinas kecamatan/kabupaten.Kami bisa terima beres<>dan dapat jaminan setiap dua tahun bisa naik golongan/pangkat.Tentu saja kita juga tahu diri. Atas jasa mereka dalam menyusun angka kredit ,saya tidak keberatan kok untuk memberikan saja berupa materi(uang).“ Atasan kami tahu dan mendukung pekerjaan kami. Kami tidak merasa dipersulit oleh mereka.Mereka juga tahu beratnya pekerjaan kita hingga membatu kelancaran kenaikan pangkat/golongan bagi kami. "Maka tidaklah heran bila para guru cepat naik golongannya dibanding Kami. Di Kami dokter dan Perawat dan bidan) dulu lebih memilih kenaikan pangkat rata rata secara regular. Maka tidaklah heran juga bila ada seorang dokter ,Perawat atau bidan dengan masa kerja yang sama dengan para guru ada yang golongannya sementara para guru sudah Padahal masa kerja mereka sama.Pada saat kami belajar membuat Dupak,rata rata dari kami memang mengalami kesulitan. Terutama dalam penyusunan DUPAK yang data kegiatan kami tidak lengkap dalam pendokumentasiannya. Apalagi Dupak diberlakukan dalam aturan barunya mulai satu setengah tahun yang lalu. Saya kira saya tidak akan disuruh membuat Dupak karena tahun kemarin saya sudah kenaikan pangkat III/a. Tapi Saya dinyatakan saya masih mempunyai sisa utang angka kredit 20. Saya mencoba berargumen bahwa SK saya keluar tepat empat tahun sekali. SK terakhir juga sama. Kalaupun saya bikin Dupak tentu yang saya bikin adalah sejak SK kenaikan pangkat terakhir (Tahun kemarin). Pihak penilai tetap meminta saya membuat Dupak untuk kenaikan dari II/d ke III/a Padahal III/a saya sudah ada di tangan sejak setahun lalu. Ya tidak bisa tidak saya mesti membuat sisa utang angka kredit saya.Poin yang dinilai banyak sekali, Kayaknya sekecil apapun pekerjaan kantor yang kami lakukan ada angkanya dan mesti ada bukti pencatatan dan pelaporannya. Pada satu sisi saya merasa dihargai tetapi sisi lainnya saya kesulitan membuat dan mengumpulkan berbagai data tentang apa apa saja yang pernah dan akan kami kerjakan.Rekan saya ada yang menanyakan pada team penilai Dupak apakah bisa kami kalau membuat Dupak naik golongan dalam dua tahun, Rata rata dari team penilai menyangsikannya,” Paling cepat juga tiga tahun,itupun tidak semua karyawan bisa……” Jawab salahsatu dari mereka. Pikir saya kenapa tidak bisa,Kok guru bisa?“ Saya mah mau tetap seperti yang dulu ah. Naik pangkat/golongan secara regular aja setiap 4 tahun sekali” Teman lain mengusulkan hal tersebut setelah merasa kesulitan membuat Dupak. Tidak bisa kalau untuk bidang Fungsional,kecuali anda mengambil Umum atau Struktural..” Patah lagi argument kami.Hari hari belakangan ini berhembus kabar bahwa Kami bisa naik golongan dalam dua tahun setengah,namun……..” Rekan kami ada yang dikabari hal itu,tetapi ujung ujungnya mereka kecewa karena yang menjanjikan itu secara tersirat ingin meminta imbalan materi yang sesuai. Malahan tersiar kabar nilai uang yang disediakan adalah sebesar 300 ribu untuk yang membantu menyusun angka kredit dan 100 ribu untuk yang mengacc pengajuannya (Wallahu alam wissawab). Mudah mudahan rumors itu tidak benar dan kalau mau membantu ya membantu saja tanpa meminta sejumlah imbalan uang. Sunguh besar nilai amal Ibadah bagi seseorang bila orang itu bisa membantu meringankan pekerjaan orang lain tanpa pamrih. Kita mestinya berbahagia bisa membantu meringankan urusan orang. Kita juga mestinya berbangga hati bila orang lain bisa mengambil manfaat positif dari keberadaan kita.
Motto : Kalau urusan bisa dibikin mudah,Buat apa dipersulit? Jangan seperti ini,” Kalau bisa dipersulit,kenapa dibikin mudah ?.

1 komentar:

  1. setuja... harusnya ga perlu dibedakan fungsional dan struktural kalau hanya akan merepotkan kaya gini....

    BalasHapus